Thursday, 7 April 2011
Mengurangi Jumlah Kendaraan Bermotor di Jalan
Wednesday, 6 April 2011
Mengurangi Kemacetan (dan Kecelakaan)
Tahun 2011 ini, pemerintah kota DKI menetapkan pajak progressif kepemilikan kendaraan bermotor. Walapun mereka menyadari hal ini tidak memberi kontribusi banyak pada pengurangan kemacetan, tetapi mereka yakin sekali hal ini akan meningkatkan pendapatan pajak. Oh My God.
Lalu kenapa diberlakukan dan mengatasnamakan mengurangi kemacetan. Produsen mobil tentu akan terus memproduksi mobil dengan berbagai features yang menarik. Pemilik uang tentu selalu ingin memiliki mobil yang bagus dan dilengkapi technology mutakhir. Apa iya, orang dilarang membeli mobil padahal mampu. Apa iya produsen mobil diminta menghentikan produksinya, padahal dari sanalah penghasilan mereka. Setiap orang yang memiliki dana sah saja jika mau punya 2 mobil, 3 mobil, 15 mobil. Produsen mobil sah saja mengeluarkan type mobil baru setiap 6 bulan.
Yang harus dibenahi adalah : pemberian SIM. Ya, SURAT IJIN MENGEMUDI.
Saya tidak punya data statistik yang menyebutkan berapa jumlah pengemudi yang mendapatkan SIM melalui proses BENAR, berapa yang melalui CALO, berapa pengemudi yang tidak punya SIM. Seringkali dalam percakapan, saya menjadi orang aneh. Karena saya mendapatkan SIM dengan mengikuti KURSUS dan UJIAN secara resmi. Belum pernah saya mendapat reaksi positif ketika saya ceritakan hal ini. Kebanyakan berkomentar "Ngapain repot2." Selebihnya hanya melempar tawa.
Pertama sekali mengemudikan kendaraan di Jakarta, saya stress setengah mati. Minim sekali pengemudi yang mematuhi rambu2 lalu lintas. Berpindah jalur seenaknya, tanpa melihat apakah marka jalan memperbolehkan itu atau tidak, apalagi ingat untuk memberi sign lampu berpindah. Pengemudi menghentikan kendaraan di tikungan, di tengah jalan pun tidak peduli. Lagi2 tanpa aba2 lampu. Kecelakaan semakin banyak terjadi karena pengabaian hal tersebut. Berpindah2 jalur, menyerobot, tata cara mengemudi di bottleneck pun tak ada yang paham. Pantas saja macet. Bukan jumlah kendaraan yang semakin banyak penyebabnya.
Pengemudi yang TOLOL lah yang menyebabkan itu. Perketat proses pembuatan SIM. Hanya yang layak dan lulus ujian saja yang boleh diberikan.